Wednesday, 3 August 2016

Belajar Dari Kejujuran Jenny Jusuf

Pertama tahu tentang Jenny Jusuf adalah saat kali pertama lihat instagram film filosofi kopi-- di mana Jenny jusuf adalah penulis skenarionya. kemudian saya telusuri instagram +Jenny Jusuf dan di dalam bionya terdapat alamat blog.

Kali pertama buka, langsung jatuh cinta. Tulisan yang aku baca adalah Rp 3 jutaan tinggal di Ubud, yaitu  tentang bagaimana seorang Jenny mampu survive tinggal di Ubud dengan biaya hidup sekitar tiga jutaan. aku menyukai cara dia memaparkan perjalanan hidupnya secara jujur. sebagaimana yang kita ketahui, bahwa tinggal di Ubud yang merupakan tujuan wisata internasional semuanya serba mahal, namun Jenny mampu menunjukkan beberapa tips agar bisa survive di sana.

Bekerja di manapun, tidak ada kata mudah. Semua penuh tantangan. kamu seorang bawahan, maka tantangannya adalah bagaimana untuk bisa menyelesaikan tugas yang majikan kasih. meskipun kamu hanya seorang cleaner, kamu juga harus berhadapan dengan kepuasan pemilik tempat kerja yang kamu tempati. Sekalipun kamu adalah seorang Boss, kamu juga harus berhadapan dengan klien-klien yang memberikan kamu kerja sama.

Mencoba berfikir secara real, bahwa hidup adalah sesuatu yang harus dihadapi dengan keikhlasan, penerimaan serta cerdik. Hidup tidak melulu kesenangan yang melimpah, namun juga ada pekat kepahitan yang menjerat. hidup bukan sekedar mendapat balasan dari apa yang kamu lakukan, namun terkadang juga ada pengabaian. Hidup juga tidak melulu membawa untung, tekadang juga ada penipuan. Hal yang paling penting adalah bertanya ke dalam hati nurani sendiri, apakah yang dijalani saat ini sudah sesuai dengan hati nuranimu atau belum.

Pantas saja jika setiap untaian kalimat seorang Jenny sangat dalam, Perjalanan hidup keruhaniannya pun sangat panjang. Perjalanan keruhaniannya bisa dibaca dalam postingan saya dan (T). Ia mengajarkan bukan untuk meninggalkan agama yang sedang kita anut, namun jauh lebih dalam yakni bahwa kita harus meyakini apapun keyakinan yang kita miliki. Entah apapun agama kamu, bahwa masing-masing agama memiliki cara masing-masing dalam menyembah kepada Tuhannya. tidak perlu mengkotak-kotakkan jenis manusia berdasarkan keyakinan dan agamanya. Hiduplah dengan damai tanpa menuduh orang lain akan masuk neraka karena salah lalu kita pasti masuk syurga karena kita yang benar.

Berusahalah untuk jujur dalam hidup.
Jenny Jusuf