Thursday, 11 August 2016


Berbicara mengenai jomblo, selalu banyak hal yang bisa dibahas dan bisa disangkutpautkan. Melihat hujan, langsung teringat para jomblo yang tiba-tiba menjadi mellow karena membayangkan dirinya bisa bersama dengan seseorang dan mengahabiskan minum teh bersama. Melihat online shop baju fashion korea, selalu ingat dengan para jomblo, kasihan para jomblo tidak pernah bisa buat baju couple. Melihat mie instan sama kuaci, langsung teringat sama jomblo karena belum ada yang masakin.

Beberapa malam yang lalu, di rumah majikan pembantu bawel mau mengadakan acara Open House, acara rutin pada bulan syawal dengan mengundang beberapa kerabat dan sanak saudara untuk makan-makan. Mulai dari beberapa hari sebelumnya, kami semua sudah menyusun apa saja menu yang bakal dihidangkan, diantaranya adalah dua ekor kambing bakar, soto dan nasi dagang. Adapun dessert terdiri dari berbagai macam kue-kue manis buatan tetangga sebelah. Pembantu bawel Cuma dapat jatah memasak cucur udang. Lega banget, bisa nyantailah kalau Cuma masak satu menu doang.

Minus satu hari sebelum hari H, semuanya sudah komplit. Bisa sedikit nyantai-nyantailah sambil menyiapkan rumah agar besok paginya tidak terburu-buru karena acara akan dimulai dari jam 09.00 pagi. Tiba-tiba Boss menghampiriku dan ngajak ngobrol ringan.

“kira-kira cukup enggak ya, makanan untuk besok?” tanyanya sambil memainkan i-phone di tangannya,

“Pasti cukup” jawabku mantap, padahal hati udah deg-degan, jangan-jangan harus nambah menu lagi dan harus memasak. Malas banget. Melihat dari raut mukanya sih se[ertinya bakal nambah menu.

“Gimana kalau tambah satu menu lagi, Mie Goreng mamak?”

Nah kan???

Karena sungkan, aku jawab ajalah dengan anggukan setuju,

“Boleh juga”

Maka malam itu juga sambil melihat jarum jam yang sudah menunjuk pada angka 21.30, aku segera pergi ke supermarket besar, berharap masih ada sisa udang yang masih segar dan mie kuning sebagai bahan untuk membuat mie goreng.

Beberapa hal di bawah ini adalah yang aku lihat begitu berada di supermarket,  mungkin bisa mewakili rasa sakit hati para jomblo yang malam minggunya dihabiskan untuk berbelanja meski sekedar nemenin ibu sendiri.      

   1. Begitu masuk di pintu masuk, sebuah keluarga terdiri dari suami, istri, satu anak lelaki berusia sekitar 10 tahun dan tujuh tahun, serta satu bocah perempuan yang berjingkrak-jingkrak diatas keranjang dorong memenuhi jalan yang akan aku lewati. Kira-kira apa perasaanmu Mblo???
Udah bilang permisi, tapi enggak ada yang denger. Mau mendahului tapi enggak ada space karena jalanan sempit. Yah…sabar ajalah mblo, namanya juga malam minggu.

2.       Kenapa sih supermarket menjadi tempat reuni? Nah, lebih dongkol lagi nih kalau ada sekumpulan mas-mas yang udah bukan mas-mas lagi saling berpelukan di lorong-lorong supermarket karena sudah lama tidak bertemu, trus di sebelah kanan-kirinya para perempuan mereka sedang mengelus perut buncitnya. Gimana jika sampai para jomblo menerobos dan mengusik obrolan kalian para kaum yang sudah memiliki pasangan???

3.       Kejadian paling nyebelin tentu saja di kasir. Kenapa sih, Mbak dan mas yang baru saja menikah harus ngobrol di antrian kasir paling panjang? Padahal barangnya Cuma tiga biji. Supermarket-supermarket di Malaysia selalu menyediakan loket cepat bagi pembeli yang barangnya sedikit. Setelah aku selidiki, ternyata mereka memanfaatkan waktu antri di depan kasir untuk ngobrol sambil bermesraan. Bayangin jika kamu berada di belakangnya, Mblo…..???

Setelah beberapa kejadian itu, ternyata tak satupun barang yang dipesan majikan aku dapatkan. Mie sudah habis, mengingat sekarang masih bulan syawal dan hari sabtu, banyak orang yang membuat jamuan rumah terbuka dan banyak yang memasak mie goreng. Udang juga sudah licin, tinggal udang yang layu menunggu diberikan kepada kucing-kucing yang setia menunggu di bak sampak belakang supermarket. Apalagi sayur sawi, tinggal sawi-sawi kuning menunggu waktu untuk diubah harga menjadi harga jual cepat.

Ada yang pernah ngrasain?