Monday, 3 October 2016

Terapi Jiwa Dengan Menulis

Mengikuti kembali gerakan one day one post seperti terbangun dari tidur lelap selama berbulan-bulan. Sebenarnya sudah pernah ikut dii Batch pertama, namin karena ada beberapa kendala yang menyebabkan saya enggak bisa memposting tulisan melalui blog, karena minim sinyal, akhirnya saya memilih mundur.

Memilih mundur versi saya sih benar-benaar mundur. Bahkan enggak menulis apapun selama berbulan-bulan. Bermimpi ada seseorang yang menggebrak saya, mengguncang kalau perlu me yiram dengan air agar saya segera bangun. Mustahil sekali ada orang yang membangunkan untuk menulis kalau kita tidak mau bangun. Meski seruan dari one day one post sudah digaungkan berhari-hari yang lalu, saya masih mikir banyak kali. Maju-mundur penuh ketakutan. Khawaitr jika tidak bisa setor setiap hari.

Kalau dulu kjawatir enggak bisa setor tulisan karena minim jaringan interney, sekarang justru khawatir jika setiap malam saya sudah capek dan enggak bisa nulis. Ini adalah type orang malas yang selalu ngeles. Hingga cerah dari mas Husnaini mengenai buku "semua orang sibuk", membuat saya tersadar.

Orang tidak akan memperdulikan segala kesibukan kamu. M
Orang tidak akan melihat proses kamu berkembang. Mereka sebagai penonton, menyaksikan hasil akhor dari perjuanganmu. Jika kamu tidak bisa menyelesiakn tulisan sesuai  sesuai deadline, mereka akan pandang kamu sebagai orang yang tidak bisa bertanggung jawab. Tidak komitmen. Susah dipeercaya.

Ibarat kata, deadline itu seperti sebilah pisau yang diletakkan di leher. Jika kamu salah melangkah, jika kamu tidak melakukan sesuai aturan, maka akan terpenggl.

The. Power of kepepet, jurus jitu buat kamu pemalas seperti aaya. Deadline memaksa kita untuk melakukannya jika ingin selamat. Tidak ada jalan lain kecuali lakukan. Do it.

Kemarin saat ada agenda membuat antologi buku terbaru karya TKI, yaitu "orang indonesia kok dilawan", saya masih males-malesan untuk menulis. Hingga satu jari sebelum hari akhir pengumpulan tulisan, saya terbangun dari tidur. Langsung membuka laptop. Langsung menulis. Jatahnya cuma 1,5 halaman minimal, jadi tuh 2,5 halaman. Bisa kan??

Nah, kenala tidak dengan One day one post. Kamu akan terdesak oleh perasaan malu terhadap kelompok menulismu. Ketika orang lain sudah post tulisan, kamu seperti mwndapat cambuk. Dan tidak ada hal lain uang bosa kamu lakukan selain segera membuka laptop lalu menulis.

Masih takut? Ah...jangan-jangan kamu cima malas aja!